Singapore 2011

Posted on August 9, 2011

3


Alhamdulilah….. dengan hasil berburu tiket murah, kami bertiga bisa main ke Singapura. Ga lama sih, hanya 3 hari 3 malam lah totalnya… Berkat AirAsia, kami cuma dapet tiket seharga Rp 50.000, dan totalnya bertiga plus pajak airport hanya Rp 600.000 PP! keren kan….๐Ÿ˜€.ย Berangkat langsung dari Bandung, ternyata kita mendapat kesempatan menaiki pesawat Airbus, penerbangan perdana ke Singapura. Wow… Arya sampai terbengong-bengong ngeliat gedenya pesawat… hehehe….

Kami mendarat di Changi jam 1 siang waktu Singapura, sekitar 1 jam lebih cepat dari Bandung. Kesan pertama? Arya langsung nanya “lho ma, tangga-nya mana?” hahaha….. soalnya di Changi ini semua penumpang masuk ke pesawat menggunakan lorong (yang mirip belalai itu)๐Ÿ˜€. Keluar lorong, kebingungan…. “mana nih exit-nya? baggage claim di mana?” wakakakakak….. ndeso…….

Tapi itulah hebatnya Singapura, petunjuk bertebaran di mana-mana. Meski pengunjung pertama kali pun, dijamin ga akan kebingungan lama-lama…. kecuali tadi karena jetlag dari Bandung yang kondisinya beda jauh banget….. hahaha…….

Changi Airport sangatlah luas…. dan ternyata baggage claim itu berada di dekat pintu keluar… (hadeuuhh) tapi sebelumnya kita harus melewati pihak imigrasi terlebih dahulu. Awalnya saya pikir bakal lama dan menyusahkan tapi ternyata, wuih, sangat cepat, counter yang tersedia pun sangaaaat banyak…. mampu melayani puluhan penumpang sekali jalan.

Setelah mengambil koper dan keluar dari pintu, tujuan utama kita ada stasiun MRT. Nah ternyata, pesawat kita ada di terminal 1, maka kita harus ke terminal 2 atau 3 untuk naik MRT…. namun jangan khawatir, dari terminal 1 itu ada sky-shuttle yg akan mengantarkan ke terminal 2 maupun 3, eh gratis lhoo tinggal naik aja, automated operated pula… ย :D

Di terminal 2, stasiun MRT ada di lantai paling bawah. Wajar lah, MRT itu kan memang dibangun untuk beroperasi di bawah tanah. Nah, sebelum naik, kita harus membeli kartu khusus, dengan harga 18 SGD untuk dewasa yang berisi deposit 10 SGD dan 10SGD untuk anak2, jadi untuk anak2 seusia Arya (4thn) mereka harus memegang kartu sendiri. Walopun sempet cupu di awal, akhirnya setelah menelisik cara orang2 dan bertanya ke petugas security, sambil bertanya cara ke stasiun tertentu, mulailah kami merasakan MRT.

MRT itu salah satu moda transportasi utama di kota Singapura ini. Jawabannya jelas, karena mudah, cepat dan nyaman. Untuk kota sepanas Singapura, AC di dalam MRT sangatlah dingin, menurut saya๐Ÿ˜€ (dasar orang Bandung, ahahahahaha…..), tapi Arya sangat suka sekali.๐Ÿ˜€

Nyaris saja dia ga mau turun kereta, namun karena koper yang cukup berat, kami memutuskan untuk check-in di Hostel dulu. Ohya, kami menginap di Hostel bernama The Hive’s Backpacker. Meski kamar mandi di luar, namun cukup nyaman dan sangat bersih, dan Arya tidak nampak keberatan.๐Ÿ™‚ Untuk keluarga, sebaiknya memilih private-room, berisi double-bed atau 2 single-bed. Dan enaknya lagi, bisa booking online, cukup dengan mengirim e-mail kepada mereka, dan bisa di bayar saat kita check-in.๐Ÿ˜€.ย Baru juga kita duduk, ganti baju, Arya langsung heboh…. “pengen liat patung singa”… jadi deh, langsung siap2 pergi lagi…. hahaha….

Hostel kita deket dengan MRT station Boon Keng. Kurang lebih berjarak 500 meter berjalan kaki. Eh jalan kaki disini enak lho, ada trotoar yg bersih dari pedagang, di pagar pula.

Bingung mau naik MRt ke arah mana? gampang kok. Di setiap station MRT, selalu tersedia peta jalur MRT, dan peta lokal sekitar station atau disebut Locality Map. Nah karena kita mau ke patung singa nih, alias si Merlion itu, akhirnya kita menuju Esplanade Station…. (harusnya) karena ternyata kita malah turun di Citi Hall… hahaha… gpp sih, toh ga jauh-jauh banget ternyata….

Eh Esplanade ini ga cuma theater lho, ada mall-nya juga. Jangan kaget klo nanti selama di Singapura ini, bakal ketemu yg namanya mall, banyaaaaaak banget. Walopun begitu, taman-taman asri juga banyak banget, dipikir-pikir seimbang lah….

Walo sempet celingak celinguk, di mana ini si Merlion teh, tapi akhirnya keliatan juga dari Esplanade Theatre…. *Arya langsung girang*

Merlion, si patung singa ini, simbol negara Singapura, pemandangan di sekitarnya bisa langsung melihat Singapore Flyer, Marina Sands resort hotel yg terkenal itu….

Merlion

Sedangkan di seberang Merlion ini, ada taman, Merlion Park, dan juga Fullerton Hotel yang terkenal itu….

sssttt…. ini adalah spot foto wajib para pelancong di Singapura….๐Ÿ˜€

Puas di Merlion, kami memutuskan jalan2 ke Little India, untuk mencari makan, yang halal, dan sekalian cari oleh-oleh di Mustafa Center. Nah berhubung namanya Little India, pasti lah kebanyakan resto di sana menjual makanan khas India, dengan aroma rempah-rempah yang sangat kental sekali. Dan suami saya ternyata tidak begitu doyan, akhirnya saya juga yg menghabiskan setengah porsi Nasi Briyani, hehehehe…… Setelah makan, barulah kami putar-putar dalam Mustafa Center.

Mustafa Center itu seperti supermarket, namun sangat luas dan besar, dan barang-barang yang di jual, rata-rata dikemas seperti barang grosiran, kecuali baju, tentunya. Terkadang kita juga bisa menemukan barang yang dijual dengan harga diskon, misal beli 2 pack, gratis 1 pack. Akhirnya kami membeli 5 pack coklat (gratis 5 pack lagi) plus kaos2 kecil ukuran arya bergambar Merlion. Di tempat ini, segala macam barang ada lho, sampai alat2 elektronik pun lengkap.๐Ÿ™‚ Kami baru kembali ke hotel sekitar jam 10 malem. Nah, enaknya di sana, malem-malem gitu rasanya aman-aman aja tuh. Malah sewaktu di MRT, kita sempat berpapasan dengan seorang ibu yang mendorong kereta anak balitanya, dengan santainya, jam 10 malem!

Keesokan harinya, kami lebih banyak berencana keliling kota, oh well, tujuannya sih National Library, Peninsula, dan Philatelic Museum. Hahahahaha….. wajar juga, secara kami ini pustakawan, hal yang wajib jadi studi banding adalah perpustakaan. Nah National Library Building of Singapore ternyata dekat dengan Bugis MRT Station. Sekalian aja dong kami jalan-jalan di Bugis Street. Yiihaa…..

Bugis street terletak di seberang Bugis jucntion, tempat MRT station berada, sehingga kita harus keluar dulu dan menyebrang di sebelah kanan mall. Bugis street sendiri mirip pasar baru Bandung jaman dulu, diisi deretan pedagang2 di kanan kiri, rata2 menjual dengan harga seragam, seperti baju rata2 10 SGD, atau semacam oleh-oleh itu 5SGD for 3 pieces. Murah ya…. Daaaaan, di ujung jalan ini, ada satu kios yang menjual DURIAN…. ah biasa aja, eh nanti dulu, di Singapura ini Durian adalah buah yang “dimusuhi” hahaha… aneh ya? tapi itu bener lho… setiap tanda di bus, MRT dan bahkan hotel-hotel secara tegas menuliskan NO DURIANS. Mungkin karena baunya kali ya…. padahal kan enak bener tuuuhh….. Nah durian disini dijual 3 SGD per packing, atau 5 SGD per buah, kalo ada yang kuat…๐Ÿ˜€

Dari Bugis street, kita jalan sedikit ke arah Victoria Street, alamat NLB Singapore. Awalnya kita celingak celinguk nyari gedung perpustakaan, tapi eh ternyata, kita udah ada tepat di depannya…. Saking tingginya jadi ga keliatan deh…. hihihihi………

Kesan pertama? Wow…. gede banget…. hahahaha…..

Pertama masuk, kita celingukan dulu. Apa tas ransel yg kita bawa perlu dititip ga ya? tapi begitu kita liat orang-orang mondar mandir, cuek aja tuh bawa tas segede gambreng juga…. oh, gpp ternyata… hahaha cupu, maklum, klo di Indonesia, segala tas musti dititipin. Lalu kami masuk ke rumah “basement” yang ternyata adalah Public Library-nya. Dalam gedung itu, bukan cuma khusus perpustakaan aja lho, ada theater, kantin, convention hall, barulah di beberapa lantai terdapat Rare collection, dan administration office untuk librarians. Petugas perpustakaannya juga santai banget pakaiannya, cuma kaos seragam, dan celana jeans, eh sepatu kets pula…. hehehe….

Arya pun asik di Children Corner. Pilih buku, baca, duduk di kursi khusus anak-anak. Beberapa pengunjung sebagian adalah ibu dengan anak-anak balitanya sedang duduk lesehan di karpet sambil bercerita ke anaknya. Ada juga petugas yang sedang membereskan rak-rak buku. Dalam children corner juga tersedia beberapa publikasi khusus anak-anak seperti majalah dan buku aktivitas. Seru….

Puas di NLB, kita menuju Peninsula Plaza… err… ngapain ya? Nah buat penggemar sepakbola khusus Inggris, di peninsula ini ada sebuah toko yang menjual segala macam merchandise club Liga Inggris. Jersey, flag, stiker, dasi, semuanya…. you named it, they got it… Nama tokonya La Vanita…. Dijamin anda bakal kebingungan memilih… seperti kami ini, hahaha…. Oh ya, untuk kesini, tinggal naik MRT dari Bugis, turun di MRT Citi Hall…

Nah dari Peninsula Plaza ini, kami tinggal jalan kaki sedikit, maka bertemu dengan Singapore Philatelic Museum. Sebenarnya ada banyak banget Museum di Singapura ini, hanya karena waktu kami terbatas, kami hanya memilih beberapa yg sesuai arah dan menarik untuk Arya.

Masuk museum filateli ini, kami dikenakan biaya 5 SGD per orang dewasa. Arya? gratis dong, dapet buku aktivitas pula…. hehehe…. oh ya, ada beberapa ruangan di museum ini, dan sebelum ada orang yg masuk, lampunya semua padam, dan ketika ada orang yang masuk (sekitar 2 langkah) lampu akan otomatis menyala sendiri. Keren ya….

Ada ruangan khusus, bertemakan Bunny Wonderland. Ada permainan dengan layar sentuh dan ornamen kelinci di mana-mana. Awalnya saya agak bingung, tapi ternyata kelinci adalah salah satu hewan yang paling sering dijadikan tema perangko di Singapura. Makanya dibuat satu ruangan khusus, yang menampilkan beberapa macam contoh perangko kelinci dari Singapura, dan beberapa negara lainnya di dunia.

Dari situ, kami menuju Orchard Road. Kata orang, kurang klop rasanya klo belum liat ke sana. Dengan MRT, kami langsung menuju ke sana. Orchard Road sebenarnya adalah sebuah jalan yang kanan-kirinya berjejeran mall…. dan karena saat itu sedang Singapore Great Sale, sore itu Orchard Road sangat ramai dan dipadati oleh banyak sekali pengunjung. Beberapa di antaranya saya dapat mendengar mereka berbahasa Indonesia.๐Ÿ˜€

Saya sendiri hanya jajan es potong 1 SGD di pinggir jalan. Untuk berbelanja? wah saya rasa tidak… walopun sale, tapi tetap saja harganya tidak muat di kantong saya… lha wong yang di sale itu barang-barang branded semua…. hahahaha…….

Lelah berjalan, kami memutuskan kembali ke hostel. Makan malam di sana plus sambil browsing internet yang kenceng abiissss……..๐Ÿ˜€

Besoknya…… hujan besar disertai angin kencang melanda Singapura… hahaha, dengan sangat terpaksa kami bersantai-santai saja di hostel, dengan menikmati roti bakar sebagai sarapan pagi sambil menyeruput kopi susu….. sedap…. *gratis juga*๐Ÿ˜€. Padahal asalnya kami mau liat-liat ke IKEA, walo belum tau juga tempatnya di mana…. kami hanya di beritahu bahwa ke sana tinggal naik bus saja, dari halte bus terdekat…

Sekitar jam 10an, hujan baru reda, menyisakan bulir-bulir gerimis. Kami berjalan ke halte bus terdekat. Nah kartu MRT bisa juga digunakan untuk membayar bus yang ada dalam 1 corp yaitu SBS Transit. Seharusnya nih kita naik bus 147 tapi kok di halte itu adanya bus 145 ya… tapi karena melewati jalan yg sama dengan IKEA yaitu Alexandra Road, kita naik aja, dengan pede tapi ragu. Hahahahaha….

Dan benar… sedikit lost akhirnya, hanya setelah berjalan (agak) jauh, akhirnya ketemu juga yg namanya IKEA itu… hahaha, tapi akhirnya tidak bisa terlalu lama juga, karena harga barang yang mahal, ditambah banyaknya pengunjung, plus sudah masuk waktu makan siang juga. Akhirnya kami naik bus 33, turun di Bugis street untuk sedikit makan siang di KFC… request Arya๐Ÿ˜€

Beres makan siang, kami tidak sengaja melihat hal menarik. yaitu pusat pertokoan Bras Basah. Eh ada apa sih? nah di sana ada beberapa toko buku yang menjual buku harga murah… 3 SGD untuk 3 buah buku…. lumayan lah, dapet beberapa buku anak-anak yang menarik buat Arya.

Seberang Bras Basah ternyata ada Museum of Toys. Penasaran, kami pun ke sana. Sayang sekali harga tiketnya cukup mahal… tapi ternyata cukup worthed. Yang menarik adalah arsitektur bangunan dan desain interiornya. Mengesankan. Awalnya masuk agak membingungkan sebenarnya karena museum ini ternyata di atasnya cafe mirip pub gitu, dengan banyak botol2 minuman๐Ÿ˜€. Tapi di depan ternyata ada seorang Bapak yang stand-by untuk menunjukan jalan ke dalam museum.

Museum of Toys ini menggunakan cahaya gelap/remang-remang. Kami hanya boleh mengambil gambar dengan low-light exposure, alias tanpa flash-light.๐Ÿ˜€

Saya cukup terkesima karena banyak banget jenis mainan yang ada di sana, bahkan mainan yang belum pernah saya ketahui pun ada. Favorit saya, tentunya Tintin dan Kapt Haddock. Ada juga mainan Batman and Robin, James Bond 007, sampai The Beatles…๐Ÿ™‚

Puas di sana, sambil Arya “merasakan” toilet-nya yang super enak itu, kita naik bis lagi menuju Arab Street. Pertama karena suami saya penasaran sama restoran nasi padang, dan ternyata sudah tutup begitu kami sampai sana. Akhirnya kita menuju sebuah restoran yang menjual martabak, di sana disebut Murtabak. Dan di sana menjual juga Nasi Goreng…. senanglah hati suami saya yang nampaknya ngidam nasi…. hahahaha……..

Setelah kenyang, Arya ngotot pengen naik bus tingkat. Setelah menelusur beberapa rute bus yang bisa nyambung dengan MRT, akhirnya kami mengambil bus ke arah harbourfront. Saking senengnya, Arya langsung mengambil tempat duduk di atas, paling depan pulang… hahaha…… Oh ya, di Singapura ini yang menaikin mobil bisa dihitung sangat jarang, dan mobil-mobilnya pun rata-rata mobil keluaran tahun terbaru dan tak sedikit yang berupa mobil sport (dengan gerungannya yang khas) yang membuat Arya selalu ternganga setiap menyebrang jalan, dan juga saat dia di atas bus tingkat ini… hahahaha………

Kita naik bus sampai di Vivo City mall, dan menyambung MRT dari bawah tanah mall, langsung ke MRT Boon Keng station. Fyuuh…

Tiba akhirnya di hari kami harus kembali ke tanah air… dan lagi-lagi hujan deras di pagi hari dengan awan yang cukup gelap. Membuat saya sedikit khawatir dengan penerbangan kami siang ini. Jam 11an kami check-out dari hostel, langsung menggunakan MRT menuju Changi Airport, yang hanya memakan waktu sekitar hanya 45 menit.

Kebalikan dari waktu kami datang, kami tiba di terminal 2 lalu menggunakan shuttle ke terminal 1. Sebelum check-in di counter, kami menyempatkan diri untuk makan siang dahulu. Ternyata terlihat cuaca di bandara sedang hujan gerimis. Dan sebelum mendarat di Bandung, kami mengalami sedikit turbulence. Ngeri…. hehehehe……

Jam 4 sore, kami (alhamdulilah) berhasil mendarat di Bandung. Dan yang sangat mengesalkan adalah proses imigrasi di Bandara Husein, yang sangat lama, berbelit-belit dan bahkan menggunakan K-9 (anjing) untuk mengendus narkoba (katanya), cukup membuat Arya ketakutan.

Anyway, meskipun begitu, kami sangat menikmatinya, semua pengalaman dan petualangan, meski kadang-kadang tersesat, tapi malah membuat sebuah cerita yg berharga.๐Ÿ˜€

Untuk cerita tentang Singapura yang lain, bisa cek ke blognyaย Anova.๐Ÿ˜€

Posted in: My Life