Day 3 – Bali Trip 2011

Posted on August 8, 2011

0


Hari ketiga (Minggu)

Di hari ketiga ini, kami menyusuri daerah-daerah di kawasan selatan Bali. Namun sebelumnya, kami membeli bekal untuk makan siang, dengan pertimbangan daerah selatan Bali agak sulit menemukan rumah makan yang halal dan murah :D.

Garuda Wishnu Kencana (GWK)

Pertama kami menuju kawasan Garuda Wishnu Kencana (GWK) yang sering digunakan untuk acara konser musik, dan yg terakhir menggunakannya adalah Iron Maiden ketika mereka tur ke Indonesia. Jalan masuk menuju GWK cukup panjang, dan kesan awal saya adalah “sepi”. Entah karena masih pagi atau karena jalan masuk yg panjang tadi.

Masuk ke dalam area GWK dikenakan biaya sebesar 25.ooo per orang. Walaupun sebenernya sedikit “overrated” juga. Karena di dalamnya hanya batu2 yang disiapkan untuk di pahat…. sedangkan pahatan yg sudah jadi hanya 2 saja.

Sesaat setelah melewati pintu masuk….

Kepala Garuda

Kepala Wisnu

Nah seharusnya jika sudah semua selesai di bangun/ dipahat, akan jadi seperti ini:

sumber:Ā http://www.streetdirectory.com/stock_images/indonesia/simg_show/ind_11649543960974/1/garuda_wisnu_kencana/

Selesai muter-muter di GWK, kami beristirahat sebentar sambil makan siang dan sholat dhuhur di mushola yg berada di dekat pelataran parkir area GWK.

Pantai Dreamland

Sebenarnya banyak banget pantai-pantai yang ada di Bali, termasuk di dalam jalur selatan ini, yaitu pantai Dreamland, Blue Point, dan Padang-padang… Namun berdasarkan saran adik saya, kita akhirnya memilih Dreamland. Cuaca yang sangat terik waktu itu, sempat membuat saya agak malas… Malas dan takut gosong…. hahahaha…. Secara ga bawa sun block, walau akhirnya yaa minta juga…. šŸ˜€

Jarak dari area parkir ke pantai bisa dikatakan curam dan berbatu…. yak, berbatu,.. benar2 berbatu… saran saya, lebih baik gunakan sendal jepit atau sendal pantai jika hendak ke sini…. Saya sempat melihat beberapa orang wanita yang menggunakan sepatu hak, sudah terbayang betapa repotnya berjalan, ditambah kemiringan yang agak curam šŸ™‚

Setelah berjalan 5-10 menit, sampailah kami di tepi pantai… dan wow……..

Blue water and white sands….. beautiful……

Karena cuaca yang amat sangat terik (*lebay), kami menyewa satu tenda + 2 tempat selonjoran seharga 50.000 rupiah. Yaa lumayan lah, daripada kepanasan, bisa tidur2an, leyeh-leyeh….. Arya main pasir dengan semangatnya.. (*awalnya), setelahnya malah tidur-tiduran aja dia…. šŸ˜€

Uluwatu

Puas di pantai, kita lanjut ke Uluwatu. Letaknya di ujung paling selatan Bali. Tidak ada biaya untuk masuk kawasan Pura Uluwatu, namun untuk yg menggunakan celana pendek di atas lutut, wajib menggunakan kain (disediakan di pintu masuk) dan untuk wanita, menggunakan selendang di pinggang. Tidak boleh memakai topi, kacamata, menjinjing kamera digital atau bawaan pernak-pernik kecil lainnya, tas tangan pun wajib dipeluk erat. Nah lho…. kenapa ya? ohhh ternyata banyak monyet usil di seluruh kawasan Uluwatu ini.

Kami pun berfoto2 sambil tengok kanan kiri… takut tiba2 ada yg nyamber… hahahaha…. Soalnya, sempat pula ada seorang Bapak, yg diambil kacamatanya oleh monyet2 di sana.

Uluwatu itu letaknya di atas tebing. Pemandangan yg indah terlihat dari atas ke bawah….(dengn sedikit perasaan gamang juga šŸ˜€ )

Pura di ujung tebing

Aduh, jangan pinggir2…. (sambil memfoto, sambil tegang sendiri)

Ahh…. sebelum jam 5, kami memutuskan kembali. Awalnya ingin nonton tari Kecak di Uluwatu yg katanya fantastis, di tambah fire dance pada saat sunset… tapi karena Arya sudah tampak letih dan sedikit rewel… kami batalkan untuk menontonnya. Oh iya, untuk menonton sendra tari itu, kita perlu membeli tiket terlebih dahulu, senilai 75.000 rupiah per orang…. šŸ˜€

Jimbaran

So, akhirnya kita menuju Jimbaran saja untuk makan malam….. Meski di awal dengan sedikit insiden di tempat parkir, karena mobil tidak bisa keluar gara-gara terhalangi oleh 2 mobil. Yak 2 mobil…. karena sore itu sedang banyak pengunjung di tambah lahan parkir yg kurang menampung semua kendaraan yg datang. Setelah menunggu hampir setengah jam, pemilik kendaraan yg menghalangi mobil kami akhirnya muncul dan kami bisa keluar dan melanjutkan perjalanan…. Fyyuuhhh………….

Eh sebelum ke pantai Jimbaran, kami ke mesjid dahulu, karena waktu sudah masuk magrib. Ada hal yang saya sukai dari mesjid di Bali. Unik namun tetap islami. šŸ™‚ sayang saya tidak memfoto mesjid2 tersebut. Totalnya kami sudah memasuki 4 mesjid di daerah yang berbeda-beda di Bali. Gianyar, Jimbaran, Denpasar, dan Sanur.

Makan malam di Jimbaran itu benar-benar di pinggir pantai. Beralasan pasir pantai. Jika makan disini, lebih baik beramai-ramai, pilih ikan/cumi/udang sesuai kebutuhan saja, karena semuanya ditimbang… karena kami ber-4, kami memilih 1 ekor ikan (baronang, 8 ons, di bakar) dan udang (dipake bumbu asam manis, 1 kg). Penyajiannya kita boleh memilih, di bakar, di goreng, saus asam manis, atau goreng tepung, terserah saja….. Oh ya, nasi tidak dihitung ya, boleh nambah berapa bakul pun :D, biasanya ada makanan pembuka penyertanya (gratis), seperti kentang rebus atau plecing kangkung, atau kacang2an. Sambalnya pun ada 3 jenis.

Beugh…. perut kenyang, pulang ke hotel, langsung tumbang……….. hahahaha…………… sampai besok lagi….. šŸ™‚

Advertisements
Posted in: My Life