Perangko

Posted on June 25, 2010

0


Salah satu hobi saya yang tidak banyak orang yang tau adalah mengkoleksi perangko. Berawal dari ketidaksengajaan, saat Ayah saya membawa satu set album dan beberapa puluh perangko, sepulangnya beliau dari Australia, saya menemukan dunia baru yang belum pernah saya liat sebelumnya. Hobi tersebut terus berlanjut, dimulai dengan berkorespondensi dengan teman-teman di luar negeri ketika masih SD, bertukar dengan teman-teman saat di bangku SMP, dan masih berlanjut hingga saya SMA.

Saya masih ingat betul saat tahun 1996, saya datang ke pameran perangko World Exhibition, dimana pesertanya datang dari berbagai negara… datang dengan beberapa jumlah perangko dan uang seadanya, saya menghabiskan waktu hampir 4 jam di dlam pameran. Saya menemukan banyak perangko unik, terutama dari negara-negara yang jarang sekali didengar oleh telinga saya. Sayangnya, itu adalah pameran perangko berskala internasional terakhir yang diselenggarakan di Bandung.

Ketika saya kuliah, dunia filateli nampaknya tergerus dengan banyaknya hobi-hobi baru yang lebih menarik ditambah dengan kebiasaan orang yang mulai mengirimkan surat melalui e-mail ketimbang dengan surat berperangko biasa. Kesibukan kuliah membuat saya pun tidak sempat lagi mengurusi perangko-perangko saya, yang sudah tidak terhitung lagi jumlahnya.

Nah kemaren itu, saya dan suami, tergelitik untuk mulai lagi menekuni hobi filateli ini. Tapi kendala utama kita adalah mencari album perangko yang awet dan tidak merusak perangko. Saat kami ke kantor pos besar di Alun-alun, kami ditawari sebuah bentuk album model binder, dengan loose leaf. Lebih efektif, dan mudah, ditambah dengan bahan loose leaf yang terbuat dari plastik, mampu menjaga perangko tidak menempel pada permukaannya. Sayangnya, harganya belum ekonomis. Harga 1 pak berisi 5 lembar loose leaf adalah 35.000 rupiah.

Bentuknya seperti ini. Kalo ada yang pernah liat atau tau dimana membelinya (dengan harga lebih murah tentunya), tolong kasi tau ya?😀

Posted in: My Life