Mother’s day….

Posted on December 22, 2009

0


Happy mother’s day. It’s a 24 hours job, no pay, no day off, seldom appreciated, and impossible to resign. But we still full of love doing it. Blessed you all…



Kira-kira tepat 2 tahun yang lalu saya dapat SMS seperti itu dari salah seorang kerabat saya. Membuat saya termenung sesaat. Maklum, isi SMS seperti itu sangat tidak biasa…. Saat itu, saya baru menjadi seorang ibu bagi Arya, putra pertama saya dengan Didiet, suami saya. Jelas kata-kata itu membuat saya benar-benar merasakan sebuah sosok yg dinamakan “Ibu”.


Buat saya, sosok Ibu adalah sosok yg luar biasa. Saya melihat sosok Ibu kandung saya yg begitu sabar, malah kadang terlalu sabar, menghadapi kami, anak-anaknya, yg kadang tidak mendengarkan nasihat beliau, yg terkadang membangkang dari anjuran beliau, yang kadang juga kami malah marah dan mengatakan beliau terlalu cerewet….. hehehehe…. maaf ya buu……… Ternyata kami hanya tidak mengerti bahwa itu hanyalah bentuk dari kasih sayangmu…

Sosok Ibu saya lihat juga dari sosok Ibu mertua saya, yang sungguh sangat perhatian kepada hal-hal kecil. Setiap beliau pergi ke mana pun, selalu membawa buah tangan, untuk anaknya, dan saya, yg sekarang menjadi anaknya pula, dan kini, selalu sangat perhatian kepada Arya, cucunya… Beliau pula yg bersedia menjaga dan merawat Arya, di kala saya harus bekerja, membantu suami. Meski lelah, yg terkadang terlihat di wajahnya, namun tidak pernah satu kali pun beliau marah atau membentak….

Saat sebelum Arya lahir pun, beliau selalu perhatian, apalagi saat suami saya sakit, dia selalu datang menanyakan, memberi anjuran obat, atau cara-cara lainnya….. mungkin bagi beberapa orang, hal seperti itu bisa dianggap mengganggu, namun saya, menganggap hal tersebut sebagai wujud perhatian, karena namanya seorang Ibu, tidak akan pernah putus memberi perhatian kepada anak-anaknya, bahkan mungkin saya kelak pun akan seperti itu…..

Coba saja tanya adik laki-laki saya, yg mana selalu di telpon atau di SMS oleh ibu kami, hanya untuk sekedar menanyakan kabar, apalagi jika mendengar kabar anaknya sakit…. wah, heboh sendiri deh…. padahal anaknya udah ada yg ngurus :p hehehehehe…..

Tentunya, seorang Ibu selalu ingin yg terbaik untuk anaknya, karenanya, saya selalu merasa bahwa perhatian Ibu atau Ibu mertua, adalah sebuah pembelajaran yang tiada habisnya….

Tidak ada beda pula antara ibu yg bekerja di rumah ataupun yg bekerja di luar rumah. Naluri ibu tidak akan terpisahkan oleh jarak dan waktu. Toh, menurut saya, seorang Ibu meskipun bekerja jauh dari anaknya, bukan berarti dia melupakan anaknya atau melarikan diri dari tanggung jawab seorang Ibu. Malah terkadang, ibu yg bekerja bisa memanfaatkan waktu yg berkualitas dengan anaknya karena mereka merasa saat bersama anaknya adalah kesempatan yang langka.

Saya sendiri Ibu bekerja, yg terpaksa meninggalkan anak saya di rumah bersama Ibu mertua saya, selama 12 jam sehari. Namun, saya selalu teringat Arya, ada peristiwa apa pun, atau menemukan hal baru, yg saya ingat pertama kali adalah Arya. Bahkan saat saya menerima gaji atau tambahan rezeki yg tak terduga, pertama kali di benak saya, adalah membelikan kebutuhan Arya. Terkadang jika pergi ke suatu toko/mal, yg selalu dibeli, pasti barang untuk Arya, malah saya baru kerasa saat saya memerlukan sandal, saya tidak punya atau malah lupa kalo saya butuh….😀 hahahaha………….

Anyway, meski banyak suka dukanya, saya rasa banyak sekali wanita yang sangat ingin menjadi seorang Ibu…. sebuah kepuasan batin saat melihat anak-anak kita ceria dan tertawa, meski banyak pengorbanan yang harus kita berikan, hingga nyawa pun akan Ibu berikan untuk anak-anaknya….. Mungkin seorang ayah atau suami, yg belum mengerti sosok Ibu seperti apa, dia sebaiknya menyaksikan bagaimana saat istrinya berjuang melahirkan anaknya…. Sekuat-kuatnya seorang pria, tidak akan kuat menahan rasa sakitnya melahirkan…. Ga percaya? coba aja…..😛

Happy mother’s day everyone…..!!!

Posted in: Bahasan Umum, My Life