Istri bekerja…

Posted on November 11, 2009

1


Seorang istri bekerja, atau ikut bekerja, bukan semata-mata untuk melepaskan diri dari tanggung jawab, bukan pula untuk mengejar karir tinggi, juga bukan untuk mengejar materi semata. Sebagian besar tujuan istri bekerja adalah untuk membantu suami memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, untuk memperoleh penghasilan lebih yg dapat ditabung dan digunakan oleh keluarga terutama untuk anak-anaknya kelak. Bukan rahasia lagi bahwa biaya hidup dan pendidikan semakin hari, semakin meningkat. Tentu saja orang tua ingin yg terbaik untuk anak mereka. Bukan untuk mengejar materi yg berlebihan, namun setidaknya cukup untuk bekal hidup anak-anaknya kelak.

Tadi saya mendengar cerita, temen perempuan saya dibuat sakit hati oleh teman sekantornya (yg adalah laki-laki), karena temannya itu mengatakan hal seperti ini: “istri mah seharusnya di rumah aja, ga usah kerja..”. Temen perempuan saya sakit hati mendengar itu. Saya sendiri yg mendengar ceritanya agak sedikit tersinggung. Karena saya sendiri seorang istri yg bekerja. Dan saya bekerja untuk anak dan keluarga saya. Saya mengerti benar bahwa rezeki sudah diatur oleh Allah SWT yg Maha Kuasa, akan tetapi rezeki juga tidak akan datang tanpa usaha. Tidak cukup kita hanya berdoa tanpa disertai usaha yang cukup. Dan saya mengerti benar, bahwa istri yg di rumah pun, dengan mengurus rumah dan anak juga merupakan sebuah usaha dan ibadah. Namun dalam kasus saya, dan beberapa istri di luar sana, bahwa kebutuhan sehari-hari tidak bisa hanya mengandalkan hanya dari suami. Terlebih lagi jika pendapatan suami kurang memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup per bulannya. Apalagi kita memiliki anak atau beberapa anak.

Dan alhamdulilah, kita mendapat kesempatan untuk dapat bekerja dan membantu suami, lalu mengapa tidak kita gunakan? Toh bekerja pun bukan untuk bermain-main. Kami bekerja dengan serius. Kami tetap tidak meninggalkan tanggung jawab kami sebagai istri dan ibu bagi anak-anak kami. Kami tidak lupa kok. Bahkan saya pribadi tidak punya waktu untuk saya sendiri, semata-mata demi usaha melaksanakan tanggung jawab dan kewajiban saya sebagai istri dan seorang ibu.

Dengan memiliki penghasilan tambahan, saya pribadi, dengan suami, dapat menyisihkan banyak dari pendapatan kami untuk menyicil rumah (yg sebelumnya cuma jadi impian doang), bisa nabung untuk sekolah anak kami kelak.. (masuk sekolah mahal sekali sekarang) apalagi jika kami ingin anak-anak kami masuk perguruan tinggi semua. Kami harus menyiapkan bekal dong.

Satu hal lagi, saya bukannya mendahului Tuhan, namun semua pasti tau, kita tidak pernah tau umur kita sampai kapan. Saya berkaca pada pengalaman sahabat saya yang ditinggal oleh suaminya yg meninggal dunia dalam usia yg masih sangat muda. Mereka memiliki anak yg masih bayi. Coba bayangkan, jika teman saya itu tidak bekerja, apa yg akan terjadi? Mau kasi makan apa anaknya nanti? Dia tidak punya orang tua yg lengkap, dan dia juga menghidupi ibunya. Bayangkan jika suami kita pun meninggalkan kita, dan kita tidak punya pegangan apa2..

Mengemis ke orang tua atau saudara…? maaf, itu bukan saya….

Posted in: My Life