Bercanda..? Hati-hati…

Posted on March 27, 2009

7


Bercanda sudah merupakan bagian dari interaksi sosial manusia. Sebagai sebuah bumbu-bumbu agar dalam interaksi sosial tersebut tidak menjadi hal yang membosankan dan untuk menciptakan suasana yg lebih akrab. Hanya saja, ada hal yang harus diperhatikan saat anda bercanda dengan teman-teman anda. Ada beberapa adab bercanda yang dikutip dari sini : http://kangaswad.info/islami/adab-bercanda/, yang salah satunya ingin saya soroti, yaitu:

Dalam bercanda harus memandang orang yang dicandai.
Maksudnya, dalam bercanda harus pilih-pilih. Tidak semua orang suka dibercandai dan bercanda bisa saja menimbulkan mudharat (keburukan) bila dilakukan dengan orang-orang tertentu, misalnya bercanda dengan wanita yang bukan mahrom. Bercanda berlebihan dengan wanita yang bukan mahrom akan menimbulkan fitnah yang besar. Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda:
Tidaklah aku tinggalkan bagi ummatku suatu fitnah yang lebih membahayakan bagi kaum laki-laki selain fitnah wanita” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Tirmidzi)
Begitu pula bercanda kepada orang yang lebih tua, tentunya sikap yang utama adalah santun dan berlemah lembut. Adapun bila ingin bercanda perlu disesuaikan jenis candaannya agar tidak mengurangi rasa hormat kita. Syaikh Abdul Aziz bin Baz berkata: ”Bercanda tidak boleh dilakukan terhadap orang yang lebih tua darimu, atau terhadap orang yang tidak bisa bercanda atau tidak dapat menerimanya, atau terhadap perempuan yang bukan mahrammu” .

Sering sekali saya melihat pria mencandai teman wanitanya atau sebaliknya. Mungkin jika masih dalam topik atau gesture tubuh yg wajar, tidak akan menimbulkan efek negatif. Hanya saja, saya pernah mendengar curhat seorang teman, di mana teman kantornya bercanda sambil mencolek bahu atau tangannya, yg notabene bukan muhrimnya. Saya sendiri pernah melihat hal tersebut. Hal tersebut tentunya menimbulkan rasa risih. Terkadang ada pula yg bercanda, tanpa kontak fisik, namun bahasanya mencela. Sehingga membuat orang di bercandain menjadi sakit hati.

Ada pula yg membuat “GR”. Bagi beberapa orang, bercandaan yg membuat “GR” , dianggap hanya sebatas candaan biasa saja. Tapi ada pula bagi beberapa orang, yang bisa menganggap bercandaan tersebut sesuatu yg “beneran” atau serius namun dibalut candaan. Lebih gawat lagi jika hal ini terjadi di antara pria dan wanita. Inget lho, terkadang perasaan wanita itu sangat halus dan sensitif. Semakin sering seorang pria mencandai seorang wanita, semakin lama akan dianggap sebagai sebuah perhatian. Dan bagi orang-orang di sekitar mereka yg memperhatikan itu, dalam menganggap mereka ada sebuah “ikatan” khusus. Sebuah candaan mungkin biasa. Namun candaan yg terlalu sering hanya kepada seorang wanita..? bisa jadi dianggap perhatian khusus.

Sekedar mengingatkan saja untuk para pria yang sudah berstatus “not available” alias tidak single lagi. Hati-hati lah bercanda dengan teman anda yg berlawanan jenis. Bisa jadi anda malah membuat mereka tergila-gila dan memohon dijadikan yg kedua (kyk lagunya Astrid –  “Jadikan Aku yang Kedua”) :D…. Atau malah menimbulkan fitnah dari orang-orang di sekitar anda….

Please… be careful….😀

Posted in: Bahasan Umum, My Life