ah angkot

Posted on November 25, 2008

4


Udah 2 minggu ini gw ngantor pake angkot… back to basic… di antara sekian banyak perilaku dan karakteristik angkot di Bandung, seperti yg ditulis di blog adik gw ini, hanya ada 1 kebiasaan angkot yg selalu bikin gw gregetan. Yup, ngetemnya itu…

Semenjak harga motor menjadi lebih bersaing, dengan ketentuan kredit yang cenderung lebih mudah pula, telah membuat banyak orang lebih memilih untuk menggunakan motor sebagai alat transportasi utama mereka. Tentu saja hal ini berdampak sangat besar terhadap jumlah penumpang angkot. Ditambah pula kenaikan harga BBM yang membuat setoran harian mereka bertambah tinggi. Sehingga pada akhirnya, mereka harus menjaring lebih banyak penumpang di kondisi “sulit” penumpang, dengan cara yang efektif dan efisien, yakni “ngetem”.

Kenapa efektif? karena mereka tinggal diam, menunggu penumpang datang, bisa sambil ngobrol (via handphone atau dengan calo angkot) atau pula bisa sambil membaca koran dan mendengarkan radio.

Kenapa efisien? karena ngetem tidak memerlukan bensin, secara dengan ngetem mereka bisa mematikan mesin dan jelas menghemat bahan bakar.

Yang rugi? jelas penumpang dong.. bayangin aja udah mo jam 8, yg telat ngantor makin tambah telat.. apalagi yang mo ujian. Mo pindah angkot? jelas ga mungkin. Karena supir lain pun yg melintas ga akan berani mengangkut kita di angkotnya, karena dia (mungkin) bisa dikeroyokin ma supir-supir yang lain, dengan dalih “mengambil hak teman sendiri.” (cape dehhh…) akhirnya, sang penumpang cuma bisa diam dan menggerutu dalam angkot dan mencoba sabar.. kecuali kita bisa mensiasatinya dengan berpura-pura naik angkot dengan jurusan lain yang lewat tempat tujuan kita.

So, buat yg memakai angkot untuk kerja atau kuliah, sebaiknya anda berangkat jauh lebih cepat dari jam masuk kerja atau kuliah anda.

Dilematis juga sih. Ga ada angkot, ya repot juga. hehehehehehe…..

Tagged:
Posted in: Bahasan Umum, My Life