Miris…

Posted on November 21, 2008

0


Hari ini dapet shift sore (/malem). As usual, baru berangkat jam 12 dari rumah. Seperti biasa pula, pagi itu diisi oleh kegiatan standar, seperti maen sama Arya (alias ngasuh), dan sambil nonton tipi tentunya. Kalo pagi, acara tipi banyak didominasi oleh infotainment, dengan jam tayang yg berbeda-beda namun isinya hampir sama semua.

Kali ini “hampir” semuanya didominasi oleh berita perceraian para selebritis (lagi), hanya saja, selebritis berikut adalah orang-orang yang jarang terlihat berskandal… Yang pertama, Rizky “The Titans” dengan Ratna Damayanti, yang kedua (agak menggemparkan namun sudah tercium) Tora Sudiro dengan Anggie, dan terakhir (yang cukup menggemparkan) adalah Pasha “Ungu” dengan Oki Agustina. Dan anehnya semuanya disinyalir berpisah karena adanya orang ketiga… Alasan yang “biasa” dalam sebuah kasus perceraian.


Dan sedihnya lagi, aku pun mendapat sebuah berita yang serupa, cuma bedanya, yang mengalaminya adalah salah satu sahabatku sendiri. Sedih banget dengernya…. Padahal baru setahun setengah mereka menikah. Alasannya? serupa dengan selebritis kita. Orang ketiga. Menurut cerita dia, awalnya sang suami mengaku mengenal perempuan lain itu (hanya) semenjak 3 bulan yang lalu. Itu pun setelah kepergok ada banyak SMS-SMS “mesra” di telepon genggam suaminya. Jelas dia shock dan kaget, hingga hanya bisa menangis dan menangis… Saat itu lah dia menelpon aku dan bercerita kisahnya. Meski dia sempat mencoba untuk memaafkan dan menerima suaminya kembali, setelah sang suami menyatakan lebih memilih dia ketimbang perempuan yg lain itu, dia menemukan fakta lain. Bahwasanya, sang suami mempunyai 2 nomer selular, dan berisi lebih banyak SMS mesra dan lain sebagainya. Akhirnya… sang suami mengakui sesuatu yang mengejutkan. Bahwa ternyata, sang suami sudah kenal dan berhubungan dengan perempuan itu semenjak sebelum dia dan sang suami menikah. (oh no…)

Fakta itu jelas membuat dia makin sakit hati. Walaupun sang suami menegaskan lebih memilih dia daripada perempuan yang lain itu. Sehingga saat ini, dia pun berpikir untuk berpisah dengan suaminya itu. Sedih sekali mendengarnya… namun, hingga hari ini, aku sendiri belum mendapatkan kabar kelanjutannya. Semoga saja mereka dapat menemukan jalan tengah yang tidak merugikan siapa-siapa. Semoga….

Dipikir-pikir, kenapa begitu banyak pernikahan yang berakhir karena adanya pihak ketiga? Meski sebagian besar karena wanita ketiga, namun menurut aku sih, pria dan wanita sama-sama punya peluang yang sama, hanya saja yang lebih banyak terekspos adalah pihak istri yang teraniaya.

Kepercayaan merupakan salah satu pondasi utama yang harus ada dalam sebuah hubungan. Salah satunya hubungan suami istri (dlm pernikahan). Hancurnya kepercayaan akibat sebuah pengingkaran atau pengkhianatan, atau spesifiknya perselingkuhan jelas akan menggoyahkan hubungan tersebut.

Lucunya, pihak yang berkhianat kerap kali bingung mengatakan alasan mengapa ia berselingkuh, atau cenderung menyalahkan pihak yg diselingkuhi. Pada kasus temanku tadi, sang suami dengan wajah kebingungan hanya menjawab “tidak tahu..” saat ditanya alasannya. Ujung-ujungnya malah mengatakan bahwa istrinya tidak menghargainya sebagai suami. (nah lho..?)

Menurut aku pribadi, apapun alasannya, yang namanya pengkhianatan ataupun perselingkuhan tidaklah dapat dibenarkan. Cobalah tanya pada diri anada sendiri, apakah anda senang jika dikhianati (diduakan atau diselingkuhi) ? Apakah anda dengan dapat mudah memaafkan, melupakan, dan menerima hingga menganggap semuanya tidak pernah terjadi..? Saya rasa tidak. Jika demikian, apakah anda akan melakukannya? Lalu mengapa ada pula yang tetap melakukannya?

Dalam sebuah hubungan, jika pasangan kita melakukan kesalahan, sebagai pasangan, sebaiknya memberitahukannya bukan? jika dia tidak mengerti, kita lah yang membuatnya mengerti. jika dia bersikukuh, kita juga lah yang mengingatkannya. Atau kita melarikan diri dari masalah, dan malah bercerita kepada orang lain, hingga terjadi sebuah komunikasi yang intens dan malah beranggapan bahwa orang lain lebih mengerti kita ketimbang pasangan kita dan akhirnya tanpa kita sadari kita sudah jatuh dalam lubang pengkhianatan…??? Itukah yang sering terjadi…???

Miris sekali…

If that’s happens to me… aku mampu memaafkan, namun jangan harap aku akan melupakannya dengan mudah. Sebenernya, pernah mengalami hal seperti pula, tapi (untungnya) bukan dalam sebuah pernikahan. It takes years for me to heal.. and put it behind me. Hanya saja, saat hal-hal seperti itu menimpa orang-orang dan teman-teman terdekat aku, aku mampu merasakan kepedihan yang mereka rasakan. Saat mereka menangis, aku pun tak tahan untuk tidak menangis.

Namun pada akhirnya, aku berpikir… mungkin saja hal-hal tersebut memang harus terjadi dalam hidup mereka. Mungkin saja mereka telah berusaha untuk tidak berakhir seperti itu. Mungkin juga bisa terjadi pada siapa pun. Well… tetap saja, pada akhirnya, kita cuma harus bisa menerima kenyataan. Kenyataan yang terkadang tidak sesuai harapan kita. And try to move on…

Mungkin kita semua bisa belajar mencintai pasangan kita apa adanya….