Menjelang tahun 2010

Status sebagian besar orang hari ini adalah :”Happy New Year” atau “Selamat Tahun Baru”, berhubungan tepat jam 12 nanti malam, kalender sudah berubah menjadi tahun 2010. Hmm…. dan saya masih kerja juga di hari terakhir…. (hahaha… curcol :P ).
Any way, sebenernya buat saya pribadi, malam pergantian tahun bukanlah sebuah hal yg terlalu istimewa, bahkan biasa aja… Toh, tidak akan ada yg berbeda drastis keesokan harinya, hanyalah perubahan digit terakhir pada tahun. Apalagi hingga harus ikut acara New Year Celebration… wah ga pernah tuh…. :P (aah.. alesan… bilang aja ga gaul, wakakakak……..) :P
Pada prinsipnya, esok hari memang harus lebih baik dari kemaren. Tidak perlu membuat resolusi tahun baru, yg terkadang pada akhirnya tidak benar-benar dilaksanakan juga. Saya sendiri lebih memilih untuk “go with the flow”, namun bukan berarti tidak memiliki tujuan hidup. Sebuah target adalah bagus, agar kita memiliki motivasi untuk melakukan hal yg lebih baik, namun juga perlu diingat, bahwa target pun harus tetap realistis. Artinya, target yg kita pasang harus dapat kita perkirakan, agar pada saat target itu tidak tercapai, kita tidak merasa gagal atau kecewa. Tidak perlu pasang target terlalu tinggi, namun juga jangan setengah-setengah. Cukup dengan “realistis”.
Okelah, Istilah target nampaknya terlalu tinggi buat saya, saya lebih memilih dengan kata “harapan”. Harapan saya di tahun depan ini, saya menjadi orang yg lebih baik, bagi diri saya sendiri, bagi keluarga saya dan orang-orang yg saya cintai dan mencintai saya, bagi teman-teman saya dimana pun mereka, dan bagi siapapun yg mengenal saya kelak. Saya pun ingin lebih banyak bersyukur atas semua yang telah saya dapatkan.

Alhamdulilah…. Segala puji bagi-Mu ya Allah….. Terima kasih…. :)

Mother’s day….

Happy mother’s day. It’s a 24 hours job, no pay, no day off, seldom appreciated, and impossible to resign. But we still full of love doing it. Blessed you all…



Kira-kira tepat 2 tahun yang lalu saya dapat SMS seperti itu dari salah seorang kerabat saya. Membuat saya termenung sesaat. Maklum, isi SMS seperti itu sangat tidak biasa…. Saat itu, saya baru menjadi seorang ibu bagi Arya, putra pertama saya dengan Didiet, suami saya. Jelas kata-kata itu membuat saya benar-benar merasakan sebuah sosok yg dinamakan “Ibu”.

Sosok Ibu buat saya……

Reuni SMP 2

 

Hari Sabtu kemaren, SMPN 2 Bandung, tahun angkatan 92-95, bikin acara reunian di kampus SMP2 Bandung, jln Sumatera no. 42. Awalnya sempet ragu-ragu mau dateng, karena berdekatan dengan Idul Adha sehari sebelumnya, takut ada acara lainnya.. tapi setelah melihat jadwal, dan keadaan, mana udah bayar pula… :P , so, akhirnya datang juga, berdua sama Arya awalnya, yg akhirnya Aa pun menyusul pula….

Dari sekitar 400 orang alumni, yang datang kurang lebih 90 orang. Sempet foto bersama, seperti terlihat di atas. Ketemu juga dengan beberapa orang yg memang sudah diperkirakan akan datang, namun bertemu juga dengan beberapa orang yg saya sendiri tidak menyangka akan bertemu lagi.. wah senangnya….

Banyak yg sudah banyak berubah, terutama, jelas, dari bentuk badan…. hahahaha….. apalagi yg udah jadi ibu-ibu nih…. :D maklumlah… yg udah jadi Bapak-bapak juga ga kalah gedenya kok…. meski tetep ada pula yg mampu menjaga bentuk badannya yg proporsional… hihihi….

Well, sebenernya reuni ini hanya pemanasan, sebelum acara reuni akbar seluruh angkatan SMPN 2 Bandung, yg akan diselenggarakan tahun depan… jadi… yg ga dateng kemaren, tahun depan datang yaaa……….. :P

Cheesecakes….. hmmm…..

Udah dalam seminggu obrolan antara kami berdua hanya tentang cheese cakes…. hihihi… berhubung temanku yg satu ini, sang Kiki, sedang dalam program penggemukan badan, jadi lah cheese cake menjadi bahasan utama makanan yg dapat menambah berat badan, sedangkan diriku, yg susah payah pengen menguruskan badan, sampe hari ini belum berhasil juga menurunkan berat badan barang satu kilo pun…. eh sempet ding, turun 2 kilo, tapi trus naik lagi…. wakakakakak……………..

Any way, gara-gara tweet dari Ano pula, hari Kamis kemaren, yg menyebutkan “cream cheese”, membuat diriku teringat akan cheese cake… Bukankah salah satu bahan pembuat cheese cake itu adalah cream cheese…? ah entahlah, mungkin juga bukan… tapi teuteup, malah bikin diri ini jadi kayak orang ngidam cheese cake… keinginan yg amat sangat seketik muncul…. hahahaha…. so, diputuskanlah hari itu juga, sepulang kantor, harus mampir ke toko cheese cake….

Sempet mengurungkan niat karena hujan lebat yg mengguyur Bandung sore itu dengan sangat sadishhh,…. beuh… sedih juga nih, bye bye cheese cake… tapi…. berhubung udah nangkring di angkot, kagok juga kalo pindah angkot beda jurusan, mana ujan gede, jadi males juga keluar basah-basahan… so, setelah menelpon si Aa tersayang… (hihihihi….yg mana sempat pake hape-nya riezka (tuh disebut :D ), gara2 hape si Aa abis batere….), ditetapkan bahwa tujuan berikutnya adalah toko cheese cake…. yey… yippieee…. hahahaha……

So, dalam deras hujan, berhasil juga kudapatkan 3 jenis cheese cake… selain jenis yg lain juga udah habis… tapi tak apa, I get what I want…. Cheesecake yg dibeli antaranya:

Strawberry cheesecake (maap rada burem…. hihihi)

Chocolate cheesecake (favoritnya Arya)

Triple mousse cheesecake (yg ini favorit saiah…:P)

Ahh, senangnya, meski basah badan ini, tapi long week end kemaren bisa diwarnai dengan rasa cheesecake yg sungguh yummy… hehehe… ada yg mau…?

Istri bekerja…

Seorang istri bekerja, atau ikut bekerja, bukan semata-mata untuk melepaskan diri dari tanggung jawab, bukan pula untuk mengejar karir tinggi, juga bukan untuk mengejar materi semata. Sebagian besar tujuan istri bekerja adalah untuk membantu suami memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, untuk memperoleh penghasilan lebih yg dapat ditabung dan digunakan oleh keluarga terutama untuk anak-anaknya kelak. Bukan rahasia lagi bahwa biaya hidup dan pendidikan semakin hari, semakin meningkat. Tentu saja orang tua ingin yg terbaik untuk anak mereka. Bukan untuk mengejar materi yg berlebihan, namun setidaknya cukup untuk bekal hidup anak-anaknya kelak.

Tadi saya mendengar cerita, temen perempuan saya dibuat sakit hati oleh teman sekantornya (yg adalah laki-laki), karena temannya itu mengatakan hal seperti ini: “istri mah seharusnya di rumah aja, ga usah kerja..”. Temen perempuan saya sakit hati mendengar itu. Saya sendiri yg mendengar ceritanya agak sedikit tersinggung. Karena saya sendiri seorang istri yg bekerja. Dan saya bekerja untuk anak dan keluarga saya. Saya mengerti benar bahwa rezeki sudah diatur oleh Allah SWT yg Maha Kuasa, akan tetapi rezeki juga tidak akan datang tanpa usaha. Tidak cukup kita hanya berdoa tanpa disertai usaha yang cukup. Dan saya mengerti benar, bahwa istri yg di rumah pun, dengan mengurus rumah dan anak juga merupakan sebuah usaha dan ibadah. Namun dalam kasus saya, dan beberapa istri di luar sana, bahwa kebutuhan sehari-hari tidak bisa hanya mengandalkan hanya dari suami. Terlebih lagi jika pendapatan suami kurang memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup per bulannya. Apalagi kita memiliki anak atau beberapa anak.

Dan alhamdulilah, kita mendapat kesempatan untuk dapat bekerja dan membantu suami, lalu mengapa tidak kita gunakan? Toh bekerja pun bukan untuk bermain-main. Kami bekerja dengan serius. Kami tetap tidak meninggalkan tanggung jawab kami sebagai istri dan ibu bagi anak-anak kami. Kami tidak lupa kok. Bahkan saya pribadi tidak punya waktu untuk saya sendiri, semata-mata demi usaha melaksanakan tanggung jawab dan kewajiban saya sebagai istri dan seorang ibu.

Dengan memiliki penghasilan tambahan, saya pribadi, dengan suami, dapat menyisihkan banyak dari pendapatan kami untuk menyicil rumah (yg sebelumnya cuma jadi impian doang), bisa nabung untuk sekolah anak kami kelak.. (masuk sekolah mahal sekali sekarang) apalagi jika kami ingin anak-anak kami masuk perguruan tinggi semua. Kami harus menyiapkan bekal dong.

Satu hal lagi, saya bukannya mendahului Tuhan, namun semua pasti tau, kita tidak pernah tau umur kita sampai kapan. Saya berkaca pada pengalaman sahabat saya yang ditinggal oleh suaminya yg meninggal dunia dalam usia yg masih sangat muda. Mereka memiliki anak yg masih bayi. Coba bayangkan, jika teman saya itu tidak bekerja, apa yg akan terjadi? Mau kasi makan apa anaknya nanti? Dia tidak punya orang tua yg lengkap, dan dia juga menghidupi ibunya. Bayangkan jika suami kita pun meninggalkan kita, dan kita tidak punya pegangan apa2..

Mengemis ke orang tua atau saudara…? maaf, itu bukan saya….

Bike to work…

yellow

Kepikiran untuk pake sepeda ke kantor… atau istilah kerennya mah Bike to Work ceunah… :D , Tapi kalo dari rumah saya yang terletak di daerah Pasirkoja (Bandung) ke kantor saya di Jalan Ganesa (ITB-red), jaraknya hampir 5-7 km… (kurang lebih, soalnya ga pernah ngukur-ngukur jalan), yg artinya… bisa menghabiskan waktu sekitar setengah jam-an, belum lagi jika ditambah tanjakan… secara setiap jalur menuju Dago, pasti nanjak dong…

Sebenernya ga masalah juga sih… biasa lah… hehehe… paling juga betis gede.. tapi kan bisa menunjang program penurunan berat badan nih… hahahaa… mantap ga tuh…? EH kok tiba-tiba pengen bike to work sih? well, sebenernya hanya karena satu hal aja sih, gara-gara pengalaman naik angkot yg akhir-akhir ini menjadi sangaaaatt melelahkan dan mengesalkan…. pokona mah very exhaustive and stressful lah…. yg ngetem lah, yg macet lah, yg jalurnya muter-muter lah…. dan juga karena tidak dikasi ijin untuk bawa motor sendiri…. juga karena harga motor yg mahal kali ya…. wekekekek…..

Anyway, nampaknya bike to work juga sulit terealisasi, secara naik motor sendiri aja ga boleh, apalagi ini yg cuma bawa sepeda… katanya sih resikonya lebih gede… walopun menurut saya mah, resiko dimana-mana ya sama aja… selama kita tertib, dan menjaga jarak… dan kalo masih juga kena musibah.. ya itu sih mungkin memang sudah nasibnya… :D

Hmm… mending nyiap-nyiapin modalnya dulu deh…. siapin mental dan sepeda yg mumpuni jg tentunya….. see ya…!

Pelampiasan kekesalan

Lebaran yang lalu…

WHoaaa……………. lama banget ya ga nulis-nulis disini….

Sayang sekali, padahal kemaren banyak juga cerita seru, oh well, berhubung saya pun lupa ga nulis di draft or something like it, akhirnya terlewatkan deh momen-momen yg harusnya bisa dirangkum…..

Anywway, meski lebaran udah lamaaaa banget lewat, saya masih ingat beberapa hal… yg jelas, so happy cause adikku tercinta yg merantau ke pulau Dewata mudik ke Bandung, bareng ma istri tercintanya…. jadi punya banyak banget adik cewe nih…. (walo bukan adik kandung, tapi I’m so glad…).. And as usual, lebaran selalu diisi dengan jalan-jalan dan silahturahmi dengan sodara-sodara se Bandung Raya…. :D . Well karena mereka yg datang ke Bandung, saya mah seneng-seneng aja, berarti ga perlu keluar ongkos untuk mudik dan sebagainya….. hhihihi………….

Saya ketemu sepupu-sepupu yg seperjuangan (alias se-angkatan-red) yg juga sudah beranak pinak, hehehe….. anak-anak kita maen barengan… (haiahhh krucil-krucil berlarian kesana kemari… heuheuheuehue…..) senangnya……

Anyway…. setelahnya saya dikasi kerjaan project input yg bener-bener menyita waktu… ampe nyaris jenuh buat ngerjainnya, untuk tuh project dah beres minggu lalu…. fiuhhh…… dan sekarang kembali ke rutinitas sebelumnya…. managing content digilib…. (ampun deh ngeliat CD udah bejibun, kagak ada yg ngurus…. huhuhuhu…………)

Ahhh baru nyadar… udah bulan Oktober lagi yah…. hmm…. semoga akhir bulan ini ditutup dengan kebahagiaan…. harus siapin hadiah nih… semoga berkesan yahh….

Segini dulu ah… mo ngurusin tuh CD yg numpuk dulu….. :P

Uang pecahan 2000 baru….

Sebenernya uang pecahan baru yg bernominal 2000 rupiah ini sudah diluncurkan sejak tgl. 9 Juli 2009 yg lalu, namun baru resmi beredar bulan ini.. kabar peresmiannya ada di website resmi Bank Indonesia dalam siaran persnya… seperti yang saya kutip di bawah ini:

No.11/ 19 /PSHM/Humas

“………

Uang pecahan baru tersebut bergambar Pangeran Antasari (Pahlawan Nasional asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan) dengan gambar bagian belakang Tarian Adat Dayak. Uang tersebut akan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah mulai tanggal 10 Juli 2009. Pemilihan gambar pada uang tersebut mengacu kepada desain uang kertas sebelumnya yang bertemakan Pahlawan Nasional. Hal ini sebagai bentuk apresiasi kepada para pahlawan dan untuk turut serta melestarikan budaya bangsa.

Uang kertas baru pecahan Rp2.000 berwarna dominan abu-abu dengan unsur pengaman berupa tanda air bergambar Pangeran Antasari dengan benang pengaman yang tertanam di kertas uang dan bertuliskan BI2000 berulang-ulang yang akan memendar merah di bawah sinar ultraviolet. Uang kertas pecahan baru ini juga mengakomodasi kebutuhan para tuna netra dengan menyediakan kode tertentu (blind code) di samping kanan bagian muka uang yaitu berupa kotak persegi panjang yang dicetak secara intaglio.

….. “

BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT

gimana gambarnya?

Pelatihan nge-Blog di Pesta Blogger

Kemaren disuruh-suruh ikut pelatihan bikin blog …. sebenernya sih mungkin udah ga perlu lagi… secara udah nge-blog dari jaman kapan… tapi yah mungkin ga ada ruginya juga… :D so akhirnya ikutlah dirikuw ini ke pelatihan blog itu… setelah ditilik-tilik dari spanduknya, rupanya pelatihan teh dalam rangka Pesta Blogger cenah… dan udah dilakukan di beberapa kota sebelumnya dan sebelum Bandung….

lalu? lalu?