Love

love

*taken from 9gag.com*

Tak Ada yang Abadi…

Tak Ada Yang Abadi by Peterpan

Takkan selamanya tanganku mendekapmu
Takkan selamanya raga ini menjagamu

Seperti alunan detak jantungku
Tak bertahan melawan waktu
Semua keindahan yang memudar
Atau cinta yang telah memudar

Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi

Biarkan aku bernafas sejenak
Sebelum hilang

Tak kan selamanya tanganku mendekapmu
Tak kan selamanya raga ini menjagamu
Jiwa yang lama segera pergi
Bersiaplah para pengganti

karena tidak ada yg abadi….

5 aturan sederhana untuk menjadi bahagia

Dapet dari pesan YM berantai, tapi cukup buat jadi renungan…

1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.

2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.

3. Hiduplah dengan sederhana.

4. Berikan lebih banyak (give more).

5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less).

INDAHNYA CINTA DAN BERCINTA

Orang yang mempercayai cinta yakin bahwa sesorang yang menjadi cintanya akan balik pada suatu waktu kelak.

Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan.

Jangan pula tertarik kepada kekayaannya karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.

Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.

Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.

Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

lanjut dong…

Quote of The Day

sunflower

If growing up is the process of creating ideas and dreams about what life should be, then maturity is letting go again.

—————————————-

We do not grow absolutely, chronologically. We grow sometimes in one dimension, and not in another; unevenly. We grow partially. We are relative. We are mature in one realm, childish in another. The past, present, and future mingle and pull us backward, forward, or fix us in the present. We are made up of layers, cells, constellations.

Miris…

Hari ini dapet shift sore (/malem). As usual, baru berangkat jam 12 dari rumah. Seperti biasa pula, pagi itu diisi oleh kegiatan standar, seperti maen sama Arya (alias ngasuh), dan sambil nonton tipi tentunya. Kalo pagi, acara tipi banyak didominasi oleh infotainment, dengan jam tayang yg berbeda-beda namun isinya hampir sama semua.

Kali ini “hampir” semuanya didominasi oleh berita perceraian para selebritis (lagi), hanya saja, selebritis berikut adalah orang-orang yang jarang terlihat berskandal… Yang pertama, Rizky “The Titans” dengan Ratna Damayanti, yang kedua (agak menggemparkan namun sudah tercium) Tora Sudiro dengan Anggie, dan terakhir (yang cukup menggemparkan) adalah Pasha “Ungu” dengan Oki Agustina. Dan anehnya semuanya disinyalir berpisah karena adanya orang ketiga… Alasan yang “biasa” dalam sebuah kasus perceraian.

kelanjutannya ?

The Invitation

(Inspired by Oriah Mountain Dreamer, May 1994)

It doesn’t interest me what you do for living,
I want to know what you ache for,
and if you dare to dream of meeting your heart’s longing…

It doesn’t interest me how old you are,
I want to know if you will risk looking like a fool for love, for dreams,
for the adventure of being alive

It doesn’t interest me what planets are squaring your moon,
I want to know if you have touched the center of your own sorrow,
if you have been opened by life’s betrayals or have become shriveled
and close from fear of further pain !
I want to know if you can sit with pain, mine or your own,
without moving to hide it or fade it or fix it

I want to know if you can be with joy, mine or your own,
if you can dance with wildness and let ecstasy fill you to the tips of your fingers and toes,
without cautioning us to be careful, be realistic, or to remember the limitations of being human

It doesn’t interest me if the story you’re telling is true,
I want to know if you can dissappoint another to be true to yourself,
if you can bear the accusation of betrayal and not betray your own soul

I want to know if you can be faithful and therefore trustworthty,
I want to know if you can see beauty even it it’s not pretty every day,
and if you can source your life from God’s presence
I want to know if you can live with failure, your and mine,
and still stand on the edge of the lake and shout to the silver moon, “Yes!”

It doesn’t interest me where you live or how much money you have,
I want to know if you can get up after the night of grief and despair,
weary, bruised to the bone, and do what needs to be done for the children

It doesn’t interest me who you are, how you came to be here,
I want to know if you will stand in the center of the fire, with me, and not shrink back

It doesn’t interest me where or what or with whom you have studied,
I want to know what sustains you from the inside, when all else falls away,
I want to know if you can be alone with yourself,
and if you truly like the company you keep in the empty moments…

Cinta dan Perkawinan menurut Plato

Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?

Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana.
Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting.

Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta” Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?”

Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)”

Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya”

Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya itulah cinta”

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, “Apa itu perkawinan?
Bagaimana saya bisa menemukannya?”

Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan saja. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/ subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”

Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya”

Gurunyapun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan”

CATATAN – KECIL :

Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan… tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur.
Terimalah cinta apa adanya (dalam batas-batas tertentu)

Sumber: unknown

Menikah Bikin Bahagia? Nanti Dulu!

Hati-hati dengan anggapan menikah adalah jawaban dari segalanya. Akankah menikah membuat anda tambah mesra, tambah setia, atau membuat hubungan anda lebih baik? Hmmm, ternyata tak selalu demikian. Masa’ sih?

Jadi gimana dong ?